January 24th 2010 Faith in Humanity -1, Part 3
Sepertinya Indonesia sudah level up sekarang.
Look, gw tau di luar negeri ada yang namanya mockbusters, tapi setidaknya mereka tahu apa yang mereka lakukan, dan, berdasarkan quote dari sebuah interview dari producernya: “We released Transmorphers 2 by the time Transformers 2 was released on theatres. If you came to a store expecting Transformers 2 on DVD and accidentally bought Transmorphers 2, then you probably deserved it.”
Pretty badass if I might say.
Now WTF is this crap?
This gets even more bizzare when you consider these questions:
Apa timnya tahu apa yang mereka lakukan?
Jika tahu, kenapa mereka masih melakukan ini?
Bagaimana persasaan mereka saat mengerjakan ini?
Apakah mereka memikirkan kemungkinan bahwa mereka akan menjadi bahan caci maki seluruh internet dan bahkan dicaci maki di, of all places, Sankaku Complex dan 4chan?
Bayangin lu adalah movie geek. Lu bercita-cita sebagai, let’s say, sutradara.Lu punya impian suatu saat akan menyutradarai film berkualitas tinggi yang akan dicintai oleh pakar perfilman dan masyarakat. Tapi untuk sampai ke tingkat itu lu desperately butuh portfolio film apa yang pernah lu sutradarai. Belum lagi istri hamil dan lu butuh duit buat ngidupin anak.
Bos: “Brur, lu dapet tugas pertama sebagai sutradara. Semangat ya!”
You (hati berbunga mata berbinar): “Wah! Film apa nih bos?”
Bos (menyerahkan kotretan yang terlihat seperti skrip): “Nih skripnya. Cerita fantasi gitu deh.”
You (baca): “Mmmm….kok…e…tapi…ya..e…..kok…mirip sama film Avatar ya bos?”
Bos: “Perasaan kamu doang itu. Beda kan, yang satu Avatar, yang ini Petualangan Bersama Suku Biru.”
You: “Tapi kenapa biru juga bos? Kenapa gak ijo?”
Bos: “Ya emang gitu skripnya. Kebetulan aja sama-sama biru.”
You (baca lagi): “Bos…ceritanya juga sama bos…sampe saat akhir.”
Bos: “Kebetulan aja itu.”
You: “………..”
Bos: “Kalo kamu gak mau ya gapapa, saya kasih orang laen. Banyak yang mau kok. Oiya istri kamu yang hamil itu gimana kabarnya? Udah beli susu bayi?”
You: (slits wrist)






