“Pas lagi naek motor, saya ngeliat ke belakang. Kaget saya, ternyata…..rodanya muter!! Ahauhauhahuhu”
“Pas saya mau makan di kantin….kirain saya ga bawa uang…eh pas periksa kantong, tnyata saya bawa dompet…hwohohohoho”
”Tadi pagi kan hujan, nah kebetulan saya lupa bawa payung… langsung saya terobos hujannya.. Tau ga kenapa?Soalnya saya belum mandi.ahaha”
Tiga joke ini dikompilasi dari celetukan Abdi yang lagi ke Bandung setelah beberapa lama tinggal di Surabaya. These are like the lowest level a joke can attain, tapi di tangan mulut-mulut ahli mereka bisa menjadi senjata yang mematikan. Ini ada tips cara membuat tiga joke di atas menjadi joke.
1. Mengertilah bahwa kaliat di atas bukan jokenya. Jokenya adalah kalimat di atas merupakan joke. Deep, huh.
2. Partikel ketawa (“Ahauhauhahuhu” ,”hwohohohoho”, “ahaha”) adalah bagian esensial dari jokenya. Dalam lisan maupun tulisan, ketawa ini harus ada.
3. Sebagaimana semua joke yang bagus, kalimat di atas tidak boleh diulang. Ada 2 cara untuk mengakhiri joke ini:
a. Setelah muka tertawa karena mengeluarkan partikel ketawa di akhir, stop. Freeze muka di bagian ketawa, biar terasa lebih kering.
b. Setelah tertawa, langsung kembali ke muka tanpa ekspresi terbaik.
There you go, it’s a joke. Ingat ini bukan tipe joke yang mengundang reaksi terbahak-bahak dengan “Oh my God you’re so smart can I have your baby!”. Given at the wrong audiences, they might stare you with disgust as they stare a three-eyed rhinoceros with chicken pox. You have been warned.










